Disela aktifitas pungut sampah di Bundaran HI pagi tadi, saya dibuat kesal dengan banyaknya flyer dari salah satu NGO di Indonesia. Bukankah di CFD manapun juga sudah ada larangan untuk membagikan flyer, promo kendaraan dan pelumas? Karena barang-barang tersebut justru akan menjauhkan tujuan diadakannya CFD.
Setau saya, NGO tadi juga memiliki program penghijauan, bagian dari kontribusi mereka membantu kondisi alam.
Saya berusaha untuk bertemu dengan koordinator mereka yang membagikan flyer. Sebelumnya, 2 orang personil yang sudah saya ingatkan tetap saja membagikan flyer. Sementara saya melihat flyer yang mereka bagikan hanya berakhir di sembarang tempat area CFD.
"Mas, boleh minta tolong tidak?", begitu saya bertemu dengan koordinator dr NGO setelah sebelumnya berkenalan.
"Mas saya dan kawan-kawan dari JKTCleanAction sangat keberatan kalau dr NGO tempat mas beraktifitas membagikan flyer di area CFD"
"Kalau boleh tau alasannya apa mas?", tanyanya.
"Mas, masyarakat yang sedang berada disini masih sedikit yang faham dan mau menahan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan, kebanyakan dari mereka malah tidak baca sama sekali mas dan flyer yang tadi diterima langsung dibuang begitu saja" saya mencoba menjelaskan.
"Tuh lihat", kebetulan ada masyarakat yang langsung membuang flyer dari NGO tersebut tidak jauh dari tempat kami ngobrol.
"Nanti kami akan pungutin lagi mas", kilahnya beralasan.
"Mas bukannya saya tidak percaya, timnya Anda mau memungut flyer yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Mas bukankah NGO mas memiliki program penghijauan? Bukankah salah satu langkah untuk mengurangi sampah adalah dengan tidak memproduksinya? Seperti flyer ini".
"Kasihan mas, anak cucu kita nanti cuma bisa menikmati bumi yang dipenuhi sampah, kalau kita masih saja memproduksinya, mas bukankah di era sekarang, sosial media jadi strategi efektif untuk berkampanye? Bukan melalui flyer seperti ini?", saya coba terus menjelaskan.
"Ayo lah mas, orang-orang NGO saya yakin punya visi yang bagus, ingin merubah apapun menjadi lebih baik, termasuk kondisi bumi", saya melihat asistennya koordinator sudah mulai memasukkan flyer ke dalam kontainer box.
Dan tak berapa lama, saya pamit. Setelah tukar nomer kontak.
Bukan hanya koordinator NGO tersebut yang kami edukasi, namun ada sekelompok mahasiswa dan lainnya yang menyebarkan flyer kami edukasi.
Ayo, rawat bumi dengan apa yang kita bisa.