Selesai lari, dengan baju penuh dengan peluh keringat, saya mengambil kantong sampah dan memulai aksi GPS. Fokus di sekitar Bundaran HI. Sedang asik pungut sampah, seorang ibu memanggil dan memberikan air dalam kemasan yang masih utuh.
Saya menatap ibu itu untuk meyakinkan ke dia, kalau botol yang diberikan masih penuh dengan air. "Sayang untuk dibuang".
"Buat bapak", katanya. Mungkin dia kasihan melihat bajuku sudah basah karena keringat.
"Oh",
"Maaf bu, saya sudah bawa air minum".
Mendengar jawabanku, si ibu cuma senyum dan menyimpan kembali di dalam tas jinjing.
Sedianya inging melanjutkan pungut sampah, hanya saja saya mikir "target edukasi".
"Bu, saya lihat bawaan air kemasannya banyak, lain kali boleh minta tolong untuk bersama-sama bantu bumi ini tidak?"
Tak ada jawaban, hanya wajah yang menyiratkan kebingungan.
"Gini bu, mari kita bantu bumi dengan mengurangi sampah plastik kemasan, bawalah tumbler agar bisa dipergunakan berulang kali, kalau seperti botol yang disamping ibu akan membuat bumi ini penuh dengan sampah, karena sekali pakai".
Mendengar jawabanku sang ibu hanya senyum.
"Terimakasih bu", saya pergi berlalu melanjutkan aksi pungut sampah.