Era tahun 1930an, mungkin masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan pengusah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah orang gila. Malah bisa jadi dimasa itu juga banyak masyarakat yang belum tahu ada air putih yang dimasukan di dalam botol kaca. Kenapa gila? saat itu bisa jadi mereka berpikir "air putih banyak dirumah-rumah kenapa harus beli air kemasan?".
Tahun 1973 lahir merk AMDK bernama AQUA yang diproduksi oleh PT Aqua Golden Mississippi Tbk dan sampai sekarang merk itu menjadi brand air minum yang bisa ditemukan disembarang tempat.
Penerimaan masyarakat terhadap AMDK terus meningkat, hal ini bisa dibuktikan dengan mudahnya ditemukan sampah botol plastik AMDK. Tak hanya merk yang mempunyai brand di mata masyarakat, lebih dari 10 merk ikut menyumbang sampah.
Bukan salah para pengusaha tentunya. Mereka terus memproduksi AMDK dengan kapasitas sekitar 200ml sampai 1500 ml, karena permintaan masyarakat terhadap kapasitas sejumlah itu masih tinggi.
Secercah Harapan
Hari ini, kita bisa dengan mudah bertemu dengan orang-orang yang selalu membawa tumbler (botol air minum) yang bisa digunakan berulang kali. Ketika ditanya alasannya, mereka menyadari bahwa apa yang dilakukannya bisa membantu mengurangi sampah kemasan air minum sekali pakai.
Tak hanya itu, hemat juga menjadi alasan tersendiri. Karena dengan membawa tumbler, kita tak akan sungkan untuk meminta air isi ulang di kantor atau dirumah teman. Bahkan di warung makan.
Untuk mendapatkan tumbler bukan perkara susah, karena dipasaran dengan mudah menemukan tumbler seperti Tupperware, Lock & Lock, Lion star, Tulipware, Claris, Technoplast, Calista dan masih banyak lagi merk lainnya dipasaran.
Saya sendiri berharap dengan banyaknya produsen yang memproduksi tumbler dengan bahan plastik kualitas terbaik, tidak mengandung zar kimia beracun, sehingga selain aman digunakan berkali-kali untuk makanan dan minuman (Food Grade), juga ramah lingkungan. Perusahaan AMDK melakukan inovasi terbaru sehingga untuk mengakomodir kepentingan para pengguna tumbler, sehingga tidak lagi memproduksi AMDK dalam kapasitas kecil seperti yang disampaikan di atas.
Inovasi seperti memproduksi alat penjernih air siap minum yang bisa ditempatkan di sudut-sudut kota. Konsumennya bukan lagi masyarakat langsung, akan tetapi para pemerintah daerah yang siap melayani masyarakatnya sebaik mungkin. Kalaupun memproduksi AMDK dengan kapasitas kecil, gunakanlah bahan yang bisa digunakan berulang kali. Seperti botol kaca.
Produksi air kemasan galon bisa dipertahankan, karena mempermudah setiap rumah tangga dalam menyimpan air minum dirumah.
Selama ini, kemasan air galon juga mempermudah
sekolahrelawan.comdalam melakukan aksinya di CGD Jakarta dengan aksi JKTCleanActionnya. Dengan
#Gerakan1000Tumbler, air minum diberikan secara gratis bagi para pengunjung CFD yang membawa tumbler.
Harapan dan upaya tersebut tentu dilakukan demi bisa mengurangi volume sampah yang terus meningkat.
Yuk bantu bumi dengan apa yang kita bisa.